Apri for Human Being

this is not my blog, this is my log ….

Review: IMO S88 Discovery

with 14 comments

imo-s88-discovery

Halo semua, jumpa lagi dengan review basi banget saya😀 Sudah lama tidak menulis review (di blog ini loh, kalau di tempat lain, sering😀 ) Kali ini saya mencoba melakukan review atas IMO S88 Discovery. Review kali ini memang basi banget, mengingat perangkat ini sendiri sudah muncul sejak lama. Kenapa saya me-review perangkat ini? Karena sejak sebelum peluncurannya, perangkat ini sudah mencuri perhatian saya. Kenapa? Silahkan tengok spesifikasi dibawah:

Full Specifications of IMO S88 Discovery
GENERAL Network GSM 900 / 1800 HSDPA 2100
LAYAR Tipe TFT Capacitive touchscreen
Ukuran 800*480 pixels, 4.3 inches Multitouch up to 5 point
DIMENSI Ukuran/Berat 130x69x10.8mm
AUDIO Fitur Vibration, MP3 Ringtones
Jack 3.5mm Jack
Speakerphone Ya
MEMORY Internal RAM 512 MB + NAND FLASH 4GB
Eksternal Micro SD up to 32 GB
DATA 3G HSDPA, HSUPA
EDGE Ya
GPRS Ya
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, Wi-Fi hotspot
Bluetooth Ya, with A2DP
Infrared No
USB/Port Ya, v2.0
KAMERA Primer 8.0 MP, LED flash, geo-tagging
Sekunder 0.3 MP
Video Record Ya
BATERAI Tipe 3,7V / 1800mAH
Standby
Talk Time
FITUR OS Android OS, v 4.0.4 ICS
CPU Dual Core 1 GHz, MTK 6577
Browser HTML, Flash player
GPS Ya
Messaging SMS,MMS,CHATTING,EMAIL
Java via Java MIDP emulator, Fitur tambahan: – SNS integration – Organizer – Document viewer – Predictive text input, Dual SIM.
FITUR LAIN Multiple SIM Dual SIM Card
Video Player MP4/H.264/H.263 player
MP3 Player MP3/WAV/eAAC+ player
Audio Record Ya
TV Tidak

Melihat spesifikasi diatas, sepertinya biasa saja. Tidak terlihat ada keistimewaan pada perangkat ini. Baiklah, kalau begitu, biar saya bedah satu persatu.

Impresi Fisik, Paket Penjualan dan Desain

Kebetulan saya mendapatkan unit warna hitam dengan harga sedikit miring dibawah harga pasar yang berkisar Rp1.550.000 s.d. 1.650.000. Paket penjualan perangkat ini standar, sama seperti perangkat Android lokal kebanyakan, seperti unit, baterai 1.800mAh, kabel data micro USB, kepala charger serta buku garansi dan buku manual.

Beralih ke desain. Desainnya menurut saya lumayan menarik. Hanya saja ada satu yang tidak saya suka pada perangkat ini. Bila perangkat berwarna putih, bagian belakangnya polos, pada perangkat berwarna hitam bagian belakangnya ada corak menyerupai hologram. Hologram yang saya maksud disini adalah seperti hologram pada kartu-kartu koleksi. Bila Anda pernah hidup di pertengahan tahun 1990-an dimana banyak kartu koleksi Dragon Ball, varian hologramnya mirip seperti kartu koleksi itu. Mungkin biar terkesan seperti hologram (tetapi tidak aktif ketika saya goyangkan perangkat tersebut), corak ini membuat nilai kegantengan perangkat ini menurun beberapa poin😦 . Meski begitu, bagian depan perangkat ini terbuat dari polymer keras seperti Nokia seri E71 maupun Ktouch W700. Sedangkan bagian belakang yang bercorak hologram dan licin, terbuat dari plastik keras dan tebal. Lebih tebal dari plastik bagian belakang Lenovo LePhone S880.

Pada sisi depan perangkat ini, terpampang layar kapasitif 4,3 inci dengan resolusi 800 X 480 piksel. Layar ini menggunakan teknologi IPS dimana warna yang ditampilkan lebih bagus dan sudut derajat pandangan terhadap layar lebih lebar dibandingkan teknologi TFT seperti pada Lenovo LePhone S880. Layar perangkat ini juga mendukung 5 titik multi touch. Di atas layarnya, terdapat speakerphone, yang disamping kanannya berturut-turut kamera depan beresolusi VGA, light sensor dan proximity sensor. Di bawah layar terdapat 4 softkey. 4 softkey ini tersusun diluar pola yang biasa terdapat pada perangkat Android kebanyakan. Dari sebelah kiri berturut-turut terdiri dari Home, Menu, Back dan Search. Menu-menu ini sepertinya dirancang untuk perangkat Android versi 2.X karena pada perangkat ICS kebanyakan, tombol Search sudah hampir tidak pernah disertakan lagi karena sudah terintegrasi pada aplikasi. Loh, tombol Task Switcher khas ICS koq tidak ada? Meski tidak ada, menu Task Switcher masih bisa diakses dengan menekan tombol Home agak lama .

Pada sisi atas perangkat ini hanya terdapat lubang micro SD tanpa dibekali penutup pada bagian tengah, serta lubang audio 3,5 inci di samping kirinya. Bagian sisi samping perangkat ini terdapat lis krom yang menambah kesan elegan. Pada sisi bawah kanan hanya terdapat lubang mic. Pada sisi kiri, pada bagian atas terdapat tombol untuk memelankan dan mengeraskan volume. Sedang pada bagian bawah terdapat sebuah bagian menjorok ke dalam untuk memudahkan membuka sisi belakang perangkat ini. Pada sisi kanan atas terdapat tombol power sedangkan pada sisi bawah terdapat tombol yang sekarang jarang kita temui pada perangkat Android ICS kebanyakan, yaitu tombol shutter kamera. Tombol shutter ini menjadi nilai tambah bagi perangkat ini. Pada sisi belakang perangkat ini, pada bagian kiri atas terdapat kamera beresolusi 8 megapiksel yang dilengkapi dengan 2 lampu kilat. Sedangkan pada bagian kiri bawah terdapat lubang speaker multimedia.

Konekstifitas

Seperti pada ponsel merek lokal kebanyakan, perangkat ini dibekali fitur Dual On GSM. Anda bisa memasangkan 2 kartu GSM bersamaan dan keduanya aktif bersamaan. Sama seperti Lenovo LePhone S880, untuk panggilan, SMS, data dan panggilan video bisa ditentukan menggunakan kartu yang mana. Slot 1 mendukung layanan data HSDPA sedangkan Slot 2 hanya mendukung layanan data 2G. Bila pada ponsel kebanyakan, slot SIM ditempatkan berdampingan, pada perangkat ini, slot SIM ditempatkan bertumpuk dengan posisi slot SIM 1 diatas slot SIM 2. Awalnya saya sedikit bingung untuk melakukan setting GSM Only/WCDMA Only, karena menunya sangat berbeda dengan perangkat Android ICS kebanyakan. Ternyata, bila mode 3G service dimatikan, masuk ke mode GSM Only. Dulunya saya mengira bila mode ini dimatikan, maka koneksi data juga mati, karena ketika mode ini diaktifkan, hanya ada mode WCDMA/GSM Auto dan WCDMA Only.

Seperti perangkat Android lainnya, perangkat ini juga dibekali dengan WiFi, Bluetooth, GPS, A-GPS dan Tethering. Penangkapan sinyal WiFi sangat baik. Transfer file menggunakan bluetooth juga sangat baik. Bluetoothnya juga sukses saya pairing dengan headset Plantronic Voyager 510. Pada saat awal2 penggunaan GPS (dibantu A-GPS) locking satelit sedikit lama. Hal ini dapat diatasi dengan memodifikasi gps.conf atau menggunakan aplikasi GPS Fix yang bisa didapatkan di Google Play Store.

Berbeda dengan Lenovo LePhone S880 yang memiliki aplikasi tersendiri untuk mengaktifkan tethering, pada perangkat ini, tethering sudah terintegrasi pada setting. Bahkan, bluetooth tethering yang saya kira unik pada Lenovo LePhone S880 ternyata juga ada pada perangkat ini. Hal yang unik lain adalah, perangkat ini mendukung USB On-The-Go. Cukup install aplikasi Q5 USB Memory, pasang USB lalu mount, maka file di penyimpan USB dapat terbaca. Selain itu, pada bagian Setting – Display terdapat menu TV Out. Wah, apa ya ini? Setelah googling akhirnya saya mendapatkan bahwa kita dapat melakukan mirroring ke TV dengan menggunakan kabel RCA. Loh, perangkat ini kan tidak ada colokan RCA-nya? Ternyata, kita bisa menggunakan kabel 3 strip (2 audio + 1 video) 3,5 to RCA (merah, putih, kuning) yang biasanya disertakan pada camcorder buatan tiongkok (atau beli di toko elektronik dengan harga tidak lebih dari Rp25.000 -saya dapat harga Rp15.000-). Pasang bagian ujung 3,5 ke lubang audio 3,5 disamping lubang micro USB, pasangkan kabel RCA pada TV, masuk ke Setting –  Display, centang TV Out dan voila, apa yang muncul di perangkat ini muncul juga di TV. Semua apa yang tertampil di perangkat ini akan muncul juga di TV baik, tampilan launcher, video bahkan game. Sayangnya TV out ini tidak mendukung mirroring dari kamera. Sistem TV juga dapat disesuaikan ke PAL/NTSC. Saya coba pada TV LG 29 inci keluaran tahun 2006, pada sistem PAL gambar terlihat lebih overbrightness tetapi dengan tekstur yang lebih halus. Sedangkan, pada sistem NTSC, gambar tertampil sama persis dengan perangkat tetapi tampilan gambar lebih kasar. Efek gerigi (tanpa antialias) pada NTSC lebih terlihat.

IMG_20121216_201347

Kelebihan lain yaitu ada aplikasi yang namanya Bluetooth Proximity. Saya belum berhasil menjalankan aplikasi ini dengan baik. Hasil mencari informasi di Google, fungsinya seperti proximity sensor. Bila proximity sensor berdasarkan infrared/magnetic, aplikasi ini berdasarkan  bluetooth. Jadi, misal, bila perangkat ini dijauhkan dari perangkat bluetooth lain, semisal PC, makan PC tersebut akan terkunci, dan otomatis terbuka bila perangkat ini kita dekatkan ke PC tersebut. Kira-kira begitu contohnya. Pengaplikasiannya saya belum pernah mencoba. Mohon maaf.

Multimedia

Dibekali dengan aplikasi multimedia standar, piranti ini dilengkapi pemutar video yang terintegrasi dengan Gallery. Selain itu, pemutar musik juga berkemampuan sama dengan Lenovo LePhone S880, dimana lagi-lagi terdapat sound effect yang saya kira jadi fitur unik. Menggunakan headphone H&K, semua lagu tertampil sempurna, kualitas musik yang dihasilkan sama dengan Lenovo LePhone S880. Meski hanya dilengkapi satu speaker, tetapi suara yang dihasilkan menurut saya lebih baik dibandingkan Lenovo LePhone S880 yang memiliki 2 speaker. Suara yang dihasilkan perangkat ini lebih utuh dan tidak pecah menyebar (bukan cempreng, ya!) seperti pada Lenovo LePhone S880. Selain itu, suara yag dihasilkan juga cukup nyaring. Volume tingkat 1 (1 tingkat dari volume off) sudah cukup nyaring, lebih nyaring daripada speaker Lenovo LePhone S880 yang menurut saya sudah cukup nyaring. Sayang, penempatan speaker ini menurut saya adalah sebuah kesalahan. Pada posisi landscape seperti menonton video atau memainkan game, speakernya berpotensi tertutup oleh tangan kanan. Memang penempatan speaker paling tepat menurut saya hanya dimiliki oleh Ktouch W700.

Pemutar video pada perangkat ini mendukung format 3gp dan MP4. Untuk format lain, bisa menggunakan aplikasi lain semacam MX Player, Mobo Player, QQ Player, VLC dan lain sebagainya. Dibekali prosesor Mediatek MTK 6577 Dual Coren dan RAM 512MB, menjalankan video beresolusi HD atau 720p didukung oleh perangkat ini. Saya mencoba mengunduh video klip SNSD berjudul Paparazi dengan resolusi 720p alias HD dengan resolusi MP4 dari Youtube sebesar 124MB dengan durasi 06 menit 36 detik. Ketika saya putar menggunakan pemutar video bawaan, video tersebut dapat diputar dengan lancar tanpa ada jeda atau lag.

Kamera belakang beresolusi 8 megapiksel, dengan digital zoom, dapat menghasilkan gambar dengan bagus, setara dengan Lenovo LePhone S880 tetapi dengan resolusi yang lebih besar. Fitur kamera mirip dengan Lenovo LePhone S880. Lebih lengkapnya terdiri dari:

  • HDR: On/Off
  • Flash: Auto/On/Off
  • White balance: Auto/Incandescent/Daylight/Fluorescent/Cloudy/Twilight/Shade/Warm fluorescent (sepertinya lebih banyak opsi dibandingkan Lenovo LePhone S880 ya?)
  • Color effect: None/Mono/Sepia/Negative/Aqua/Blackboard/Whiteboard (Ini juga lebih banyak)
  • Scene: Auto/Night/Sunset/Party/Potrait/Landscape/Night Potrait/Theatre/Beach/Snow/Steady photo/Fireworks/Sports/Candle light (ini juga lebih banyak😀 )
  • Capture Mode: Normal/Auto scene detect/Face beauty/Smile shot/Best shot/EV bracket shot/4 shots/8 shots/16 shots

Sedangkan pada menu camera terdapat opsi Store Lecation (On/Off), Exposure (-/+ 3), Self timer (Off/2s/10s), Sharpness (Low/Medium/High), Hue (Low/Medium/High), Saturation (Low/Medium/High), Brightness (Low/Medium/High), Contrast (Low/Medium/High), Picture Size (VGA/1,3M/2M/3M/5M/8M), ISO (Auto/100/200/400/800/1600), AE meter (Spot/Center/Average), Anti-flicker (Auto/50Hz/60Hz). Sepertinya lebih lengkap dari Lenovo LePhone S880 ya😀 Oiya, kameranya dilengkapi fitur Auto focus dan Touch to focus. Sekali shutter (baik pada aplikasi kamera maupun tombol shutter pada body) ditekan, maka gambar langsung ditangkap. Pengambilan gambar dengan mode touch to focus lebih mudah pada perangkat ini karena layar yang lebih kecil. Pada Lenovo LePhone S880, setelah touch to focus kemudian hendak menekan shutter, perangkat sedikit bergerak karena perangkat yang besar sehingga sering kehilangan fokus. Penambahan 2 buah lampu kilat pada perangkat ini hanya sedikit membantu pada kondisi minim cahaya. Lampu kilat ini lebih saya berdayakan untuk menjadi senter dikala mati lampu.

Kamera belakang juga dapat digunakan untuk merekam video. Untuk merekam video juga terdapat beberapa setting seperti Flash (On/Off), White balance (Auto/Incandescent/Daylight/Fluorescent/Cloudy/Twilight/Shade/Warm fluorescent), Color effect (None/Mono/Sepia/Negative/Aqua/Blackboard/Whiteboard), Effect (In space/Sunset/Disco/Choose your own: ini menggunakan gambar pilihan kita sendiri), Time lapse interval (Off/1s/1,5s/2s/2,5s/3s/5s/10s), Video quality (Low/Medium/High/Fine), Store Location (On/Off), EIS (On/Off), Focus Mode (Infinity/Continuous), Exposure (+/-3), Scene Mode (Auto/Night), Video Duration (30s/10m/30m/60m), Microphone (On/Off), Sharpness (Low/Medium/High), Hue (Low/Medium/High), Saturation (Low/Medium/High), Brightness (Low/Medium/High), Contrast (Low/Medium/High), Anti-flicker (Auto/50Hz/60Hz), Audio Mode (Normal/Meeting). Hasil merekam video dengan setingan standar, dengan kualitas video fine, terbentuk file video 3gp dengan resolusi 1280 X 720 dengan file sebesar 200-an MB untuk video berdurasi 2 menit. Selama merekam, kita dapat menggunakan digital zoom, ini sedikit berbeda dengan perangkat Android kebanyakan.

Selain 2 fitur diatas, kamera belakang juga dapat fitur panoramic, mirip dengan Lenovo LePhone S880. Selain itu, juga terdapat fitur makro. Fitur makro pada perangkat ini agak aneh. Saya baru menemui fitur makro seperti ini (maklum, saya bukan orang fotografi, jadi saya tidak tahu istilahnya). Saya contohkan begini. Saya hendak mengambil gambar makro sebuah baterai merek DEF. Saya siapkan fitur makro pada perangkat ini, lalu saya ambil gambar dengan posisi tegak lurus huruf D, lalu saya tekan shutter. Pada aplikasi kamera ini terdapat kotak-kotak penanda pada bagian bawah seperti fitur panoramic camera pada perangkat android kebanyakan. Setelah saya menekan shutter, kotak-kotak ini berubah warna menjadi biru. Awalnya saya kira ini panoramic macro😛 tetapi kemudian saya berinisiatif memotret mengelilingi baterai tersebut. Sehingga pada saat selesai, posisi gambar yang tertangkap tegak lurus dengan huruf F. Setelah foto selesai diproses dan saya buka, ternyata gambar tersebut bisa digerakkan dari posisi huruf D ke posisi huruf F dalam 1 foto. Entah, namanya apa ini saya masih belum tahu (maklum, gaptek kalau soal fotografi)😀

Kamera depan dapat digunakan untuk mengambil gambar dan merekam video dengan resolusi VGA/QVGA dengan fitur kamera yang minim. Selain itu, kamera depan juga dapat digunakan untuk bervideo call, baik melalui skype, YM! bahkan video call konvensional melalui jaringan generasi ketiga atau 3G. Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan FM radio. Berbeda dengan Lenovo LePhone yang fitur FM Radionya dapat dijalankan tanpa menancapkan headset, perangkat ini meminta headset saat menjalankan FM radio, karena headsetnya juga berfungsi sebagai antena.

Sistem Operasi, Aplikasi dan Sensor

Perangkat ini, out of the box sudah dibekali Android 4.0.4 Ice Cream Sandwich, versi sedikit diatas perangkat Android lokal yang kebanyakan menggunakan Android 4.0.3. Dibekali memory internal 4GB, perangkat ini membaginya menjadi beberapa partisi. Yaitu 1 GB untuk Internal Storage, tersisa 855MB untuk di-install bermacam aplikasi, serta 1,56 GB Phone Storage dan tersisa 687MB. Loh, koq berkurang banyak ya? Mari kita bahas satu-persatu.

Selain aplikasi standar Android semacam Phone, Contact, Calculator, Email dan lainnya, perangkat ini dibekali juga dengan Google Apps seperti Gmail, Google Maps, Youtube, Google Talk, Street View dan lain lain. Selain itu ada juga beberapa bonus aplikasi dan permainan, antara lain: Instagram, Yahoo Messenger, Pulsa (Tabloid Pulsa), Fruit Ninja, Gameloft Live, Little Big City, Shark Dash, iToday, Viki, dan Viber. Pantas saja bila hanya tersisa 855MB dari 1GB pada Internal Storage. Lalu, apa yang membuat Phone Storage berkurang lebih dari setengahnya? Ternyata pihak IMO menyertakan data game Asphalt 6: Adrenaline besutan Gameloft. Wah, berarti kita perlu membeli game-nya terlebih dahulu di Google Play Store😦 . Ternyata tidak. Silahkan masuk ke aplikasi Gameloft Live, lalu masuk ke tab Free. Asphalt 6: Adrenaline bisa diunduh disana secara gratis. Wah, jadi nilai lebih nih. Tetapi, menjalankan game ini ada syaratnya. Syaratnya adalah, game Shark Dash dan Little Big City tidak boleh dihapus dari perangkat ini🙂 . Bila kedua game ini dihapus, makan Asphalt 6: Adrenaline tidak dapat dimainkan.

Sistem pembagian internal memory ini ternyata berbeda dengan Lenovo LePhone S880. Bila pada Lenovo kita dapat melakukan setting akan menggunakan internal memory atau SD card untuk eksternal storage, pada perangkat ini mirip seperti pada Ktouch W700, dimana yang terbaca sebagai external storage atau /sdcard adalah Phone Memory, sedangkan SD Card-nya sendiri terbaca sebagai /sdcard2. Cara ini bisa diakali dengan cara memodifikasi vold.fstab, pastinya memerlukan akses root.

Launcher bawaan perangkat ini adalah Plain Vanilla, sama seperti Galaxy Nexus. Dropdown notification barnya juga terdapat shortcut ke Setting, dilengkapi pula dengan shortcut Brightness, Timeout, Heavy Auto rotation, Wi-Fi, Bluetooth, GPS, Data Connection, Airplane Mode, dan profile suara General, Silent, Meeting dan Outdoor. Awal-awal penggunaan perangkat ini, Launcher bawaan sangat gegas. Tetapi begitu saya install bermacam-macam aplikasi, mulai tampak penurunan performanya. Saran saya, lebih baik ganti dengan Launcher lain yang lebih ringan.

Menurut Aplikasi Android Sensor Box, perangkat ini memiliki Accelerometer Sensor, Light Sensor, Orientation Sensor, Proximity Sensor, Sound Sensor dan Magnetic Sensor. Semua sensor sudah saya coba dan semuanya berjalan dengan baik, termasuk Magnetic Sensor yang pernah dilaporkan terdeteksi pada beberapa perangkat Android merk lokal tetapi tidak berfungsi ketika digunakan.

Performa dan Permainan

Prosesor MTK 6577 dan RAM 512MB sudah cukup menjalankan ICS 4.0.4 pada perangkat ini. Semuanya berjalan gegas, kecuali launcher yang menurut saya memang perlu diganti. Pada posisi saat ini dengan banyak aplikasi, sisa RAM pada perangkat saya selalu diatas 100MB. Sedangkan prosesornya sendiri disetting pada kecepatan 250Mhz s.d. 1001Mhz dengan governor hybrid. Selain governor hybrid, ada beberapa governor lain yang disertakan pada kernel bawaan perangkat ini yaitu ondemand, userspace, powersave dan performance. Entah, hanya pada governor hybrid, setingan kernel tweak pada aplikasi ROM Toolbox bisa muncul, sedangkan governor lain tidak. Tweak pamungkas saya yaitu tweak pada sysctl.conf sepertinya tidak bisa jalan pada kernel bawaan ini😦

PowerVR SGX531 mampu mendukung fitur gaming pada perangkat ini dengan sempurna. Game Asphalt 6: Adrenaline dapat berjalan sempurna tanpa cela. Begitu pula Need For Speed: Most Wanted, Front Line Commando, Modern Combat 3, C.H.A.O.S Tournament, Bombshells, dan Alpha Squadron semuanya jalan tanpa cela.

Tidak banyak yang bisa diharapkan dengan baterai. Dengan pemakaian ala saya, pada Lenovo LePhone S880 dengan baterai 2.250mAh, cabut charger jam 6 pagi, saya bawa bekerja, saya tiba di rumah lagi pukul 6 sore (12 jam) baterai tersisa 20%-40%. Dengan kondisi yang sama pada perangkat yang memiliki baterai 1.800mAh ini, jam 6 pagi cabut charger, jam 2-3 siang sudah muncul notifikasi baterai tinggal 15%😦 Saya masih belum menemukan tweak untuk membuat perangkat ini lebih irit kecuali menggunakan aplikasi penghemat baterai seperti Battery Saver atau Juice Defender.

Kesimpulan

Dari semua review saya diatas, untuk harga 1,5 jutaan, perangkat ini layak dilirik. Terlepas dari performa baterainya, saya lebih menyarankan membeli perangkat ini bila tujuannya hanya untuk multimedia seperti memutar video HD atau bermain game. Apalagi berbonus kamera 8 megapiksel dengan banyak fitur, USB OTG dan TV Out bisa jadi daya tarik tersendiri. Apabila baterai jadi kendala, saya menyarankan membeli Lenovo P700i saja, dengan spesifikasi yang hampir mirip (minus kelebihan lain yang dimiliki IMO S88 Discovery) tapi memiliki baterai sebesar 2.500mAh.

Bila hingga saat ini Anda masih galau menentukan hendak membeli Triple Dual (Dual Core, Dual On, Dual Camera) dengan harga dibawah 2 juta rupiah, silahkan klik disini sebagai pertimbangan. Atau mau beli ini saja?😀 Anda yang tentukan🙂

Demikian, semoga bermanfaat🙂

Written by apri

19 Desember 2012 pada 14:25

14 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Jika hanya buat browsing, main game dan muter video hd, dengan lenovo p700i bagusan mana mas? Suwun

    Ahasaja

    26 Desember 2012 at 19:27

    • Sama saja jika dibandingkan Lenovo P700i karena spesifikasinya mirip

      apri

      4 Januari 2013 at 10:26

  2. mas…..sya pnya imo s88….
    sy mau tnyya kl mau ngeroot s88 gmn y….
    trus efek smpingnya apa…..
    mksh sblmnya….

    eddy

    13 Januari 2013 at 13:56

    • Cara nge-root silahkan googling, di kaskus ada lounge-nya dan di FB ada groupnya. Efek sampingnya: kita punya kuasa penuh memodifikasi HP, efek jeleknya kemungkinan garansi hangus

      apri

      17 Januari 2013 at 14:14

  3. HP IMO ini distributornya siapa ya?
    trus, klaim garansi kemana?
    klu Lenovo kan jelas di Global teleshop.

    syafiiq

    15 Januari 2013 at 16:33

  4. wow reviewnya waoooooww sekali lagi waoooowww… q punya ni hape puas buanget….. udah fitur lengkap tapi murah… ga nyesrl beli ni hape….

    anasdroid

    30 Januari 2013 at 08:42

  5. mas review Imo s99 donk..emang lom kluar Hpny..(tp dah da previewny dTabloid Pulsa or search dGoogle)coz Q kpincut sm layar HDny mas..tlg bls k email Q y mas..
    salam kenal BayuDidit

    Bayu Adhi Nugroho

    11 Februari 2013 at 15:42

    • Belum pegang HPnya😀 mau beliin? Ntar saya review😀

      apri

      13 Februari 2013 at 08:06

  6. Reviewnya sangat lengkap, sy sampai saat ini sangat puas dengan produk ini.
    Praktis kebutuhan saya utk smartphone terpenuhi.
    Cuma mau tanya nih, sy sdh coba fitur TV outnya tapi nggak berhasil. TVnya saya pakai TV Sharp AlexanderPro. Pada review ada seting “VIOLA” tapi di hp saya tidak ada yang ada cuma TV out dan pilihan PAL/NTSC. Mohon pencerahannya. Terimakasih

    Jaja Surjana

    16 Februari 2013 at 09:19

    • Voila itu ungkapan bahwa percobaan saya berhasil. Intinya tinggal colokkan kabel seperti di review ke tv dan ke hp. Di hp nanti muncul icon headphone. Lalu di tv, rubah ke AV lalu klik centang tv out di hp. Otomatis pasti berhasil

      apri

      6 Maret 2013 at 12:22

      • Terima kasih segala penjelasannya, sekarang sdh berhasil penyebabnya colokan kabelnya yang ke hp kurang masuk harus dimodif dulu.
        Masih ada satu pertanyaan barangkali ada yang tahu dimana bisa beli bater hp ini (imo s88) buat cadangan.

        Jaja Surjana

        30 April 2013 at 20:07

  7. bro, itu kabel TV outnya dimana belinya?
    ane lihat2 di lounge beli kabel RCA tp harus dibelah trus disolder2 ya?!
    hadeh, ribet bgt kyknya ya..
    any idea?!

    viko

    17 April 2013 at 08:49

    • di toko2 elektronik ada tuh, saya dapet di toko elektronik deket rumah

      apri

      5 Mei 2013 at 08:38


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: