Apri for Human Being

this is not my blog, this is my log ….

Review: Ktouch W700

with 4 comments

Ngelanjutin review lagi😀 Kali ini saya akan mereview sebuah smartphone ber-sistem operasi android (lagi). Perangkat genggam yang kali ini saya bahas mungkin sangat jarang ditemui atau jarang dibahas di media. Ya, karena peluncuran produk ini bahkan apakah produk ini ada di pasaran atau tidak hanya segelintir orang yang tahu. Bahkan iklannya saja tidak pernah muncul di media, eh pernah sih muncul waktu perangkat ini di diskon Rp500.000,-😀

Baiklah, langsung saja. Perangkat genggam yang saya review kali ini adalah Ktouch W700 atau merk internasionalnya dikenal dengan nama Micromax A85, di kawasan Asia dikenal dengan nama Ktouch K700, di China sendiri dikenal dengan nama Cherry Magnum 2X. Perangkat ini masuk ke Indonesia awal 2012 CMIIW. Pada saat peluncuran, perangkat genggam ini dilengkapi dengan android 2.2 alias Frozen Yogurt. Tetapi, bila membeli sekarang, maka sudah dilengkapi dengan android 2.3.4 Gingerbread. Pasti banyak yang bertanya, koq saya beli perangkat genggam yang aneh-aneh atau boleh dibilang beli perangkat genggam kok yang generik😀 Saya pribadi sih yang menting bisa dapat perangkat genggam dengan harga murah dengan spesifikasi yang oke, soal sistem operasi dan lain-lain itu bisa diutak-atik kemudian😀

Di pasaran, memang susah mencari perangkat genggam ini, kalaupun mau, kita harus mendatangi gerai Ktouch. Harga resmi perangkat genggam ini adalah Rp1.999.000,-. Pada pameran Indonesia Cellular Show bulan lalu, perangkat genggam ini dibanting harganya menjadi Rp1.499.000,-. Orang-orang pasti berpikir, android apa ini kok harganya murah? Pasti isinya abal-abal, ngelag, lemot dan lain sebagainya. Mari kita telanjangi perangkat genggam ini.

Paket Penjualan
Paket penjualan dalam perangkat genggam ini terbilang standar, yaitu hanya perangkat genggam, handsfree, kabel data micro USB, adapter pengisian daya dan 2 buah baterai berkapasitas 1500 mAh. Perangkat genggam ini hanya hadir dalam satu warna untuk pasar Indonesia, yaitu warna hitam. Sedangkan diluar negeri, perangkat genggam ini hadir dengan banyak pilihan warna, termasuk kuning, merah, putih dll. Kalau kita ingin mengganti bodi/casing perangkat ini, bisa langsung menghubungi gerai Ktouch yang ada di Roxy atau Mangga Dua. Satu set body perangkat genggam ini bisa ditebus dengan mahar Rp207.500,-. Saya kurang tahu apakah sudah termasuk biaya pemasangan atau tidak.

Impresi Fisik
Pertama kali perangkat ini dikeluarkan dari kardus, kesan pertama adalah berat dan licin, perangkat genggam terberat yang pernah saya pegang untuk perangkat seukurannya dan licin karena tidak ada grip pada bodi. Menelusuri setiap bagian bodi, rupanya perangkat ini terbuat dari polymer keras, mirip dengan bahan yang digunakan untuk bodi Nokia E71. Pada sisi atas perangkat ini, berturut-turut dari sebelah kiri terdapat lubang audio 3,5 inci untuk mencolokkan earphone atau handsfree dan pada bagian tengah terdapat port micro USB untuk koneksi menggunakan kabel data ataupun pengisian daya. Port micro USB ini dilindungi oleh karet yang lumayan tebal. Karet tersebut terkait pada bodi, jadi jangan kuatir hilang saat melepasnya.

Pada sisi kiri atas, terdapat tombol pengaturan suara. Pada bagian pojok bawah sisi kiri terdapat lubang mikrofon. Pada sisi kanan terdapat tombol power, sedangkan pada sisi kanan agak belakang terdapat speaker. Penempatan speaker disini boleh saya bilang smart, karena pada saat perangkat genggam diletakkan diatas meja atau pada saat memainkan game pada posisi landscape, speaker tidak terhalang. Pada sisi bawah, tidak terdapat lubang atau tombol apapun. Pada sisi belakang, pada bagian pojok kiri atas terdapat kamera 5 megapiksel tanpa dilengkapi flash. Ditengahnya terdapat penutup baterai. Cara membuka penutup baterai ini adalah dengan menekan 2 tombol yang ada di sisi kiri dan kanan. Penutup baterainya terbuat dari bahan stainless, ketika dijatuhkan, akan terdengar bunyi “klunting” seperti menjatuhkan peralatan makan. Pada bagian dalam, di sisi atas tempat baterai terdapat slot kartu SIM dan slot micro SD. Pengguna tidak bisa memasang kartu SIM tanpa melepas baterai. Sedangkan micro SD berbeda, dapat dilepaskan tanpa melepas baterai.

Pada sisi depan, terbentang layar 3,8 inci IPS Panel kapasitif dengan resolusi 480 X 800 dan kedalaman 16 juta warna. Layar tersebut mendukung fitur multi touch hingga 5 titik sentuh. Di beberapa situs disebutkan bahwa layarnya menggunakan corning gorilla glass. Setelah mencari informasi lebih lanjut, ternyata layarnya menggunakan Asahi Glass dengan Hardness level 7. Berikut video pengetesannya:

Diatas layar, berturut-turut dari sisi kiri terdapat sensor cahaya, speaker phone dan kamera depan dengan resolusi VGA. Pada bagian bawah layar terdapat 3 softkey, berturut-turut dari kiri yaitu tombol menu, home dan back.

Sistem Operasi, Performa dan Aplikasi
Untuk diketahui, setelah saya menerima perangkat ini dari kurir, hal yang saya lakukan adalah mem-flash ke sistem operasi official Android 2.3.4 terbaru versi 2059 (meski , memasang CWM Custom Recovery dan melakukan Root. Out of the box, unit ini sudah dibekali dengan android 2.3.4 alias Gingerbread. Tidak terdapat aplikasi tambahan kecuali aplikasi standar bawaan seperti Gmail, Google Maps , Gtalk, Facebook, Google Play dan Youtube. Tampilan sistem operasinya juga standar, tanpa permak. Sama persis seperti pada perangkat genggam generik atau perangkat genggam besutan Google, yaitu seri Nexus.

Perpindahan menu dan aplikasi sangat lancar. Terima kasih pada prosesor nVidia Tegra 2 dengan inti ganda serta RAM 512MB. Setelah install beberapa aplikasi yang tidak menjalankan service di background, performa masih dapat diandalkan. Mungkin perlu dioprek lebih lanjut biar lebih smooth seperti pada Ice Cream Sandwich atau Jelly Bean. Saya mencoba melakukan benchmark pada perangkat ini. Neocore memberikan angka 56,1 FPS untuk perangkat ini, sedangkan Quadrant memberikan angka (sekitar) 3000 poin.

Penerimaan sinyal sangat bagus, lebih bagus dari Nexian Journey A890 saya yang menggunakan ROM CM7.2 maupun HTC One V istri saya yang menggunakan Android 4.0.3 ICS. Sayangnya, perpindahan antara mode GSM Only ke WCDMA Only bisa dibilang agak lama. Tapi tidak sampai 1 menit sih, seharusnya sih bisa lebih gegas seperti di perangkat android yang lain

Penyimpanan dan Partisi
Ktouch W700 dibekali dengan penyimpanan internal sebesar 8GB yang terbagi atas beberapa partisi. 1GB dialokasikan untuk pengguna guna instalasi aplikasi tambahan dan datanya. 5,71 GB dialokasikan untuk internal SD. Jadi penyimpanan internal ini terbaca sebagai micro SD oleh sistem. Sedangkan sisanya digunakan untuk keperluan sistem. Bila dirasa kurang, pengguna bisa menambah memory menggunakan micro SD dengan kapasitas hingga 32 GB. Micro SD disini menggunakan fitur hot swap, artinya, pengguna dapat melepas micro SD tanpa mematikan perangkat genggam terlebih dahulu. Keanehan muncul ketika micro SD sudah kita selipkan, dan di menu setting sudah kita set bahwa untuk penyimpanan tambahan, kita menggunakan external SD. Tetapi, walaupun kita restart perangkat genggam ini, internal SD masih terbaca sebagai media penyimpanan tambahan. Membaca beberapa forum, ternyata memang ada bug pada sistem operasi bawaan perangkat ini.

Multimedia
Untuk memutar musik, perangkat ini sudah dilengkapi dengan pemutar musik standar. Ketika suara dikeluarkan dari speaker, suaranya bisa dibilang lumayan bulat, tidak secempreng Nexian Journey A890 saya. Ketika dicoba menggunakan handsfree bawaan, suaranya terdengar kecil dan posisi kanan dan kiri tertukar. Setelah mencoba earphone phillip saya, suara yang keluar masih tetap kecil tetapi kali ini posisi keluarnya suara kiri dan kanan sudah benar. Berarti masalah ada di handsfree bawaan. Mengakali lemahnya suara yang keluar, bisa diakali dengan membeli aplikasi Volume+. Untuk diketahui, perangkat ini dilengkapi dengan chip audio Wolfson WM8994E atau sama dengan chip audio pada Samsung Galaxy S. Seharusnya suara yang dihasilkan bisa lebih bagus dari sekarang. Kemungkinan, kendala ada pada driver audio.

Pemutar video tidak saya temukan di perangkat ini. Seperti pada HTC One V, sepertinya pemutar video tergabung dengan Gallery. Karena itu saya berinisiatif mengunduh MX Player beserta codec-nya dari Google Play. Ketika saya mencoba memutar video SNSD berjudul Gee dengan resolusi HD720p yang saya unduh dari youtube.com, video dapat berjalan tanpa cela bahkan cantik (Seo Hyun-nya #eh) tampilannya.

Untuk urusan kamera, ukuran 5 megapiksel sudah dirasa cukup untuk mengabadikan momen terkini, apalagi kamera perangkat ini dilengkapi dengan fitur autofokus. Sayangnya, kameranya tidak dilengkapi dengan flash. Tetapi untuk mengambil gambar pada kondisi minim cahaya, kita bisa mengandalkan fitur Exposure yang ada dalam kamera bawaannya. Hasil pengambilan gambar pada kondisi minim cahaya menggunakan Exposure bisa dibilang lumayan. Hasil rekam video bisa merekam hingga resolusi HD, sayangnya hasil rekaman dikompresi menggunakan format 3gp😦 Berikut hasil rekaman video dengan resolusi HD:

Kamera depan dengan resolusi VGA, juga dapat digunakan untuk pengambilan gambar maupun merekam video. Mencoba video call menggunakan kamera depan dengan menggunakan layanan Skype bisa berjalan dengan lancar.

Permainan
Mengusung spesifikasi yang diotaki oleh nVidia Tegra 2 dengan inti ganda (dual core) dan RAM sebesar 512MB, tidak pas rasanya bila kita tidak mencoba permainan pada perangkat genggam ini. Ada beberapa permainan yang saya coba pada perangkat ini, yaitu Asphalt 6 HD, PES 2012, Modern Combat 3: Fallen Nation, Need For Speed: Hot Pursuit dan N.O.V.A 2. Pada saat saya melakukan pengetesan permainan ini, saya lupa menaikkan clock prosesor yang standarnya 1Ghz, tetapi pada saat pengetesan ini saya jalankan prosesor pada kecepatan 760 mhz. Hasilnya, PES 2012 dan Need For Speed: Hot Pursuit bisa dijalankan tanpa cela. Sedangkan Asphalt 6 HD, Modern Combat 3: Fallen Nation serta N.O.V.A 2 ketika saya coba unduh dari Google Play, dibilang perangkat tidak mendukung permainan tersebut. Akhirnya saya modifikasi build.prop agar perangkat ini dikenali sebagai LG P990 (LG Optimus 2X) oleh Google Play, dan voila, 3 permainan yang sebelumnya dibilang tidak kompatibel menjadi bisa diunduh. Setelah mengunduh data permainan tersebut, kemudian saya coba ketiganya, dan seperti sebelumnya, dapat berjalan tanpa cela meski prosesornya saya downclock ke 760Mhz.

Kesimpulan
Dengan harga tidak sampai 2 juta, terlepas dari dukungan service center resmi (yang saya belum tahu kualitasnya), perangkat ini sangat saya rekomendasikan. Dengan harga yang sama, mungkin kita bisa mendapatkan Huawei Ideos X5 U8800,  LG Optimus Hub, Motorola Defy Mini XT321, Sony Ericsson Xperia Mini atau Samsung Galaxy Ace/Gio. Tetapi tidak ada satupun yang spesifikasinya mendekati Ktouch W700.  Bila menilik pada perangkat genggam generik lain, CSL MI410 atau Axioo Vigo MI410 dengan harga yang lebih murah sekitar Rp250.000,- (untuk CSL MI410), mungkin, bisa menjadikan kita sulit memilih. Kelebihan perangkat tersebut adalah layarnya yang lebih lebar yaitu 4,1 inci dan kamera yang dilengkapi dengan flash. Selain itu, perangkat tersebut dikemas dengan lebih banyak merk sehingga dukungan sistem operasi non-resmi lebih mudah dijumpai. Sedangkan pertimbangan memilih Ktouch W700 adalah karena kelebihan-kelebihannya, antara lain:

  • nVidia Tegra 2 Dual Core 1Ghz dan RAM 512MB
  • Kamera 5 megapiksel autofokus dapat merekam dengan resolusi HD720p + kamera depan VGA
  • Penyimpanan internal 8GB dan bisa ditambah hingga 32GB
  • Layar kapasitif 3,8 inci dengan IPS Panel dan Asahi Glass Hardness Level 7 dengan 16 juta warna dan multi touch 5 titik
  • Fitur hot swap untuk micro SD
  • Kualitas bodi bagus
  • Dapat 2 baterai dengan kapasitas masing-masing 1500 mAh
  • Menggunakan chip audio Wolfson WM8994E
  • Nilai Neocore 56,1 FPS dan Quadrant 3000 poin

Dibalik kelebihan diatas, mungkin ada beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan sebelum meminang perangkat yang satu ini, yaitu:

  • Sistem operasi masih Android 2.3.4 Gingerbread dan ada beberapa bug pada sistem operasi (ada beberapa official ROM dari merk lain yang mengalami kasus serupa)
  • Kamera belakang tidak dilengkapi flash
  • Handsfree bawaan posisinya terbalik dan suara yang dikeluarkan dari earphone kecil
  • Perangkat cenderung berat untuk seukurannya dan bodinya licin

Membaca penjelasan diatas, dapat disimpulkan perangkat ini sangat cocok buat maniak game. Urusan multimedia lainnya bisa dianggap bonus. Urusan sistem operasi menurut saya tidak terlalu ketinggalan, tinggal tunggu saja para opreker bekerja, karena setahu saya, bahkan ada yang sudah berhasil memporting android 3.2 Honeycomb ke perangkat ini meski masih terdapat banyak bug. Untuk nilai dengan rentang 1-10, saya memberikan nilai 9 untuk harga dibanding performa perangkat ini (nilai 9,5 bila harga promo :D). Bila sudah ngebet, silahkan kunjungi gerai Ktouch sekarang, atau kontak langsung Manajer Marketingnya (silahkan googling :D)

Demikian, semoga berguna.

Written by apri

17 Juli 2012 pada 12:46

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] produsen piranti Android masih membenamkan fitur ini, antara lain yaitu Samsung dan LG. Bahkan Ktouch W700 saya juga dapat melakukannya. Begitu juga dengan Lenovo LePhone S880 ini, juga dapat melakukan […]

  2. […] . Meski begitu, bagian depan perangkat ini terbuat dari polymer keras seperti Nokia seri E71 maupun Ktouch W700. Sedangkan bagian belakang yang bercorak hologram dan licin, terbuat dari plastik keras dan tebal. […]

  3. Gan slain flasing hp Ni bisa di root dgn cara apa lagi gan… Gingerbread 234…Ane stres… Klo flasing Blom brani

    Ryan

    8 Maret 2013 at 19:22

    • Googling aja di lounge kaskus atau fb grup ktouch

      apri

      5 Mei 2013 at 08:34


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: