Apri for Human Being

this is not my blog, this is my log ….

Review: HTC One V

with 4 comments

Hai, jumpa lagi di review kali ini. Kali ini saya akan me-review sebuah merk yang awarenya masih kurang di orang awam. Apa yang pertama terbersit ketika orang mendengar merk HTC? Ya pastinya teringat akan HP china HT Mobile😀 HP china murah meriah dual on dan terkadang ada fitur TV >_< Kalau masih berpendapat seperti itu, ya silahkan googling dulu deh😀 Kali ini, saya akan me-review HTC One V, handheld terbaru keluaran pabrikan Taiwan diantara jajaran HTC One series.


Awal kisah dimulai dari Teekaaaapeeee (OVJ Mode ON) Jadi istri saya lagi droidless gara2 smartphone android terakhirnya dijatuhin anak saya dan kacanya pecah, pas tanya-tanya, koq ongkos perbaikannya hampir sama dengan harga second hand HP tersebut. Ya jadi diurungkan deh dan akhirnya memilih droidless. Nah, pas kebetulan ada rejeki lebih, saya berencana mencarikan istri saya smartphone android baru lagi. Dengan budget yang ada, smartphone yang masuk kriteria adalah Samsung Galaxy W, Sony Xperia U, LG Optimus L7 dan HTC One V. Awalnya pas liaat2 di Android Nation, istri langsung kepincut sama LG Optimus L7. Sambil coba2 yang lain dan buka gsmarena.com, saya akhirnya memilih LG Optimus L7 dicoret dari daftar. Lalu ke Samsung Galaxy W, karena gak suka bentuknya dan spesifikasinya nanggung, akhirnya dicoret dari daftar juga. Akhirnya tinggal 2 kandidat. Istri saya secara fisik tidak suka dengan kedua kandidat tersisa. Yang Sony Xperia U selain bentuknya aneh (kata dia loh), internal memory yang hanya 4GB tanpa bisa ditambah micro SD, juga dibilangnya nanggung. Akhirnya hampir diputuskanlah HTC One V. Tapi istri rupanya masih penasaran dengan LG Optimus L7. Akhirnya saya tambahkan racun dan akhirnya HTC One V yang tinggal sebiji di Android Nation diboyong pulang. Setelah seminggu ini utak-atik, berikut review dari saya:

Paket Penjualan
Paket penjualan HTC One V sangat simple, hanya kotak model kapsul berwarna putih yang sepertinya terbuat dari gabus, di dalamnya terdapat unit, kabel data, adapter charger, handsfree serta petunjuk cepat dan buku garansi. Ya untuk ukuran HTC One series versi paling murah tergolong cukup lah, rata2 handheld android isinya cuman itu2 saja.

Impresi Fisik
Dari melihat keanehan bentuk HTC One V di Android Nation, entahlah, ketika dibawa pulang istri baru nyadar kalau bentuknya ternyata keren😀 Sebenarnya saya sih yang naksir bentuknya xixixi mengingatkan saya akan HTC Hero, handheld android yang menggebrak dunia karena iklannya wah banget😀 Perangkat ini unik karena memiliki dagu yang maju kedepan (kayak superman :D) Tidak seperti perangkat lainnya, build quality perangkat ini sangat kokoh karena terbuat dari aluminium, ringan tapi kuat. Pada sisi atas dari sebelah kiri terdapat port audio 3.5 untuk colokan handsfree/earphone, lampu notifikasi dan disebelah kanan terdapat tombol power. Sisi sebalah kiri bagian bawah hanya terdapat lubang micro USB untuk koneksi ke komputer/pengisian daya. Pada sisi sebelah kanan atas hanya terdapat tombol volume. Pada sisi bawah hanya terdapat lubang mic. Pada sisi depan, terbentang layar kapasitif 3,7 inci dengan corning gorilla glass ber-resolusi 480 X 800 pixels dengan kerapatan pixel 252 ppi dan 16 juta warna. Dibawah layar terdapat softkey berturut-turut dari kiri yaitu back, home dan Task manager/Switcher. Pada sebelah atas layar terdapat sersor cahaya/ambient light sensor. Pada bagian belakang sebelah atas terdapat kamera dengan resolusi 5 megapixels dilengkapi dengan flash. Pada bagian bawah terdapat satu speaker. Pada sisi belakang dagu, bisa dibuka untuk memasukkan kartu SIM (buka micro SIM) dan micro SD. Sayangnya, pada bagian ini terbuat dari material plastik, sepertinya untuk elastisitas membuka dan menutup untuk mengganti kartu SIM atau micro SD.

Satu kekurangan perangkat ini adalah tidak adanya softkey untuk menu. Padahal belum semua aplikasi di Google Play menyediakan tombol menu di pojok kanan atas seperti standarisasi semua aplikasi yang mendukung Android 4 ICS UPDATE: Ternyata untuk mengakses menu bisa dengan cara menahan tombol task manager/switcher selama 2-3 detik, terimakasih pada komentator🙂  Selain itu juga tidak terdapat tombol kamera. Satu-satunya jalan mengambil gambar yaitu hanya dengan menggunakan shutter pada aplikasi kamera.

Sistem Operasi, Performa dan Aplikasi
Ketika dinyalakan, booting perangkat ini sangat cepat (tidak seperti perangkat sebelah yang katanya ada yang bisa sampai 15 menit XD) HTC One V sudah dibekali dengan sistem operasi Android Ice Cream Sandwich versi 4.0.3 dan HTC Sense UI 4.0. Diotaki oleh Qualcomm Snapdragon S2 MSM8255 dengan inti tunggal (single core) sebesar 1Ghz serta RAM sebesar 512 MB, perangkat ini tetap smooth dioperasikan meski sudah saya coba install berbagai macam aplikasi. Perpindahan menu serta perpindahan halaman pada aplikasi lainnya berjalan lancar tanpa lag. Beberapa aplikasi wajib sudah terinstall pada handheld ini, sebut saja Gmail, Google Maps, Google Talk, Facebook, Twitter, Google+, Polaris Office dll. HTC juga membenamkan beberapa aplikasi tambahan seperti HTC Hub yang berisi aplikasi2 rekomendasi HTC, Flashlight, dimana kita bisa menggunakan flash kamera untuk dijadikan sebagai senter dll. Intinya, out of the box, perangkat ini sudah siap digunakan.

Selain itu, perangkat ini benar-benar memudahkan para pengguna awam sekalipun. Penyusunan menu untuk koneksi bluetooth, wifi serta setting koneksi sangat mudah. Selain itu terdapat beberapa shortcut ke setting yang dapat diakses dengan menarik notification bar. Kemudahan lain yaitu ketika kita mencolokkan kabel data ke komputer, di perangkat ini akan ada notifikasi apakah perangkat akan di charge saja, atau dijadikan USB disk? Selain itu ada opsi apakah perangkat akan dijadikan modem, atau perangkat bisa numpang internet dari komputer yang sedang di colok? Bila memiliki tablet yang tidak dibekali dengan fitur mobile network, maka satu-satunya cara adalah dengan menggunakan Wifi. Mengaktifkan mobile hotspot di HTC One V sangat mudah karena sudah tersedia aplikasinya, tinggal jalankan aplikasinya dan nyalakan, maka siapapun dapat terhubung dengan internet melalui perangkat ini. Mudah kan?

Membaca spesifikasi, penyimpanan internal sebesar 4GB memang dirasa cukup. Kekecewaan muncul karena penyimpanan internal sebesar 4GB itu dibagi menjadi beberapa partisi. Kurang dari 1GB (sekitar 820MB) dapat digunakan oleh pengguna untuk menginstall berbagai aplikasi termasuk data (kecuali data yang defaultnya masuk ke SD Card), sedangkan sekitar 2GB berfungsi sebagai internal SD. Jadi tanpa membeli  micro SD, kita sudah punya micro SD sebesar 2GB yang diambil dari penyimpanan internal. Anehnya adalah, ketika kita masukkan micro SD ke perangkat ini, maka internal SD sebesar 2GB tadi tidak muncul di sistem. Kemanakah larinya? (Ada yang bisa bantu jawab?). Sedangkan sekitar 1GB lagi digunakan untuk sistem seperti aplikasi2 bawaan perangkat, sistem operasi serta Sense UI yang saya dengar memang boros tempat.

Multimedia
Menyandang tulisan beats audio pada bagian belakang perangkat, urusan musik pasti tidak perlu diragukan. Pemutar musik dibekali dengan audio enhancer dengan berbagai pilihan preset, salah satunya beats audio. Di pemutar musik ini juga bisa kita pilih jenis earphone yang kita gunakan, mulai dari 4 seri beat (saya lupa seri apa saja, yang ingat, solo, dan studio) serta 1 other earphone. Saya mencoba menggunakan earphone phillips milik saya, ketika setingan saya pilih beats audio, lagu L’arc~en~Ciel yang berjudul Good Luck My Way terdengar biasa saja. Saya berpikir sepertinya memang harus pake earphone beats biar keren😀 lalu saya iseng merubah seting earphone ke Beats Studio lalu kemudian lagu tadi baru terasa bass-nya lebih menghentak (dan kemudian saya ikutan joget-joget ala hyde XD) Sepertinya, kalau mau suaranya terdengar enak, memang harus menggunakan earphone Beats. Karena saya mencoba menggunakan earphone yang sama di perangkat android saya dengan pemutar musik bawaan  serta audio enhancer DSP Manager dengan bass boost, lebih nendang suara di perangkat android saya dibandingkan HTC One V. Mendengarkan musik juga bisa dinikmati menggunakan bluetooth earphone karena perangkat ini mendukung Bluetooth 4.0 dengan A2DP

Untuk video, perangkat ini sudah dibekali dengan aplikasi youtube dan saya cari-cari sepertinya (CMIIW) belum ada video player. Maka saya pasang MX Player dari market (tanpa saya tambahkan codecnya) lalu saya jalankan video JKT48 yang berjudul Heavy Rotation dan tampilannya bening banget (Nabilahnya #eh XD). Menengok spesifikasi prosesor, perangkat ini juga dibekali dengan flash player serta dapat membuka halaman website yang berbasis flash. Kelebihan lain adalah, perangkat ini dibekali dengan FM Radio, jadi kalau bosan dengan lagu-lagu di HP, bisa langsung dengerin radio😀

HTC One V dibekali dengan kamera 5 megapixels. Hasil kameranya tergolong bagus dibandingkan perangkat sejenis dengan kamera yang sama. Selain itu kamera ini juga dilengkapi dengan flash. Pada keadaan minim cahaya (saya coba di tempat karaoke), gambar yang dihasilkan tergolong bagus untuk kondisi minim cahaya. Selain dibekali dengan autofocus, kameranya juga dibekali fitur touch to focus , face detection, geotagging dan smile shutter. Face detection ini mendeteksi wajah yang akan diambil gambarnya. Sedangkan touch to focus membebaskan kita untuk memilih fokus yang hendak diambil. Geotagging adalah fitur yang berfungsi untuk menambahkan data posisi dimana gambar diambil menggunakan perangkat GPS. Sedangkan smile shutter adalah fitur dimana kamera akan otomatis mengambil gambar pada saat ada (salah satu/lebih) objek yang difoto tersenyum. Kamera HTC One V juga dapat digunakan untuk merekam video dengan resolusi HD atau 720p. Ketika saya mencoba merekam, hasilnya tergolong bagus, saking bagusnya istri saya sangat senang sekali😀 katanya gak nyesel ambil ini daripada LG Optimus L7😛

Kemampuan gaming/permainan tidak saya coba karena istri saya tidak suka ada game di handphonenya (kecuali sebangsa reversi :P) jadi saya tidak bisa memberikan review. Tetapi, melihat unit pengolah grafis Adreno 205, harusnya untuk urusan gaming ringan – berat (kalau HD kurang tau ya :D), perangkat ini tidak perlu diragukan.

Kesimpulan
Dengan harga yang tidak sampai 3 juta (bervariasi pada setiap penjual), perangkat ini tergolong layak dimiliki. Dengan skala 1-10, saya memberikan nilai 8,5 untuk harga berbanding fitur/performa perangkat ini. Seperti saya sebutkan sebelumnya, ada 3 perangkat lain (+1 lagi yang saya ingat yaotu Huawei Honor) yang memiliki rentang harga sama dengan HTC One V. Keputusan membeli HTC One V adalah karena kelebihan-kelebihan berikut:

  • Android Ice Cream Sandwich 4.0.3 dengan HTC Sense UI 4.0
  • Layar kapasitif corning gorilla glass dengan 16 juta warna
  • Kamera 5 megapixels autofocus, flash, touch to focus, face detection, geotagging, smile shutter
  • Merekam video dengan resolusi HD (720p)
  • Beats Audio
  • Wifi b/g/n dengan DLNA, Bluetooth 4.0 dengan A2DP, GPS & A-GPS
  • FM Radio dengan DRS
  • Menggunakan kartu SIM standar, bukan micro SIM
  • Bisa ditambahkan micro SD hingga 32GB

Sedangkan kekurangan yang perlu menjadi pertimbangan adalah:

  • Prosesor masih single core, dimana sekarang sudah mulai bertebaran perangkat dengan prosesor dual core
  • Internal storage (internal SD) tidak terbaca di sistem ketika kita memasukkan micro SD
  • Tidak ada kamera depan (untuk video call maupun foto narsis)
  • Tidak terdapat tombol kamera (kalau mau narsis susah)
  • Baterai tidak dapat diganti
Itulah beberapa kekurangan yang perlu menjadi pertimbangan bila berminat meminang perangkat ini. Tapi sih paling enak memang coba-coba dulu saja di Android Nation. Kalau cocok beli, kalau tidak cocok ya cari racun lain😀 Berhubung buat istri sih saya tidak ragu mengambil perangkat ini, kalau saya sendiri mendingan beli Ktouch W700 sisanya dibeliin yang lain #ehDemikian, semoga berguna
We are not yet able to translate from English into .

Written by apri

16 Juli 2012 pada 12:04

Ditulis dalam Android

Tagged with , , , , , ,

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. “Satu kekurangan perangkat ini adalah tidak adanya softkey untuk menu. Padahal belum semua aplikasi di Google Play menyediakan tombol menu di pojok kanan atas seperti standarisasi semua aplikasi yang mendukung Android 4 ICS”

    Setau saya sih ya, tahan tombol task manager / switcher sekitar 2- 3 detik maka akan muncul menu untuk aplikasi tersebut. Etapi memang merepotkan si. Salam kenal eniwei

    ngadimin

    16 Juli 2012 at 22:51

    • Salam kenal mas, terima kasih ternyata ada ya shortcut menunya. Terima kasih informasinya🙂

      apri

      17 Juli 2012 at 07:43

  2. Salam kenal mas, kebetulan saya juga mau ngadopsi one v setelah berantem sm merk tetangga😀.
    yg mau saya tanya masalah internal storage, “ketika kita masukkan micro SD ke perangkat ini, maka internal SD sebesar 2GB tadi tidak muncul di sistem”, itu hanya tidak terbaca atau tidak bisa di akses? kalau misalkan saya sudah install banyak aplikasi ke 2GB tersebut, kemudian saya pasang SD, apakah aplikasi masih bisa diakses?

    Terimakasih.

    kriswanto

    7 Agustus 2012 at 12:45

  3. […] Memang tombol menu sendiri seharusnya bisa diset dengan memfungsikan tombol yang ada seperti pada HTC One V, tetapi tidak semua orang mengetahui fitur tersebut. Menurut saya, penambahan virtual key menu pada […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: