Apri for Human Being

this is not my blog, this is my log ….

Archive for Desember 2011

Review: Cougar Box Chip A10C Android Tablet

with 127 comments

Biasanya akhir tahun begini banyak banget yang dapet bonus, pengen gitu ngasih sesuatu buat orang tersayang. Saya juga mikir begitu, pengen gitu beliin tablet, tapi apa daya harga tablet (merk2 ternama) masih belum terjangkau buat saya 😀 Kalaupun mau beli yang murah2 buatan china (yang harganya terjangkau kantong) koq performanya agak mengecewakan, lebih mengecewakan dari Nexian Journey yang 1 tahun ini menemani saya 😀

Hasil browsing2 dan coba2 (kebetulan di Orion Dusit Mangga Dua kemarin ada Tablet Fair) akhirnya saya memutuskan membeli sebuah tablet buatan china. Tablet tersebut ber merk Cougar Box Chip A10C. Dari hasil googling, tablet ini adalah OEM dari tablet MID 97FC. Memang masih baru, belum banyak kembarannya yang beredar disini sepertinya, spesifikasinya:

– Prosesor Boxchip 1,5 Ghz
– RAM 512MB DDR2 800Mhz
– Internal Storage 4GB
– Display 7″ TFT 800 X 480 Capasitive Multitouch
– Camera depan VGA, minus kamera belakang
– Support Micro SD s.d. 32GB
– Android Gingerbread 2.3.4
– Wifi, USB On The Go, HDMI

Setelah beberapa hari ini utak-atik berikut review saya:

Build qualitynya lumayan, standarlah dengan tablet2 china. Tidak terlalu berat menurut saya (ga ngitung berat dan dimensinya) mirip2 sama gtab 7, kalau dilihat dari jauh berasa kita bawa Gtab 7 generasi awal =)) bagian depan hitam dan bagian belakang putih. Pada bagian depan, terdapat layar 7 inch serta 3 hardkey yaitu Menu, Home dan Back, menurut saya ini agak mengurangi estetika, coba pake softkey pasti keren, tapi ya dengan harga segitu saya sih terima aja 😀 Hardkeynya lumayan responsif, hanya yang saya dapat tombol backnya harus agak ditekan. Meski begitu pada status bar di OSnya ada tombol2 Home disebelah kiri lalu berturut2 disebelah kanan ada sinyal, batere, jam, volume down, volume up, menu dan back. Di atas layar terdapat kamera kecil beresolusi VGA. Kamera diatas dapat digunakan untuk memotret tetapi ya hasilnya jangan berharap bagus hehehe. Beralih ke sisi atas, disebelah kanan terdapat tombol volume down dan volume up serta tombol power. Di sisi sebelah kanan berturut2 dari atas terdapat audio jack 3.5″, slot micro SD yang support hot swap, slot HDMI, colokan reset, slot mini USB dan colokan charger. Di sisi bawah dan kiri tidak terdapat apapun. di sisi belakang terdapat speaker yang suaranya pas, tidak terlalu cempreng.

Sekarang mulai kita utik2. Layarnya lumayan terang, tapi brightnessnya sepertinya tidak bisa disetting, saya setting paling terang dan paling redup kayaknya layarnya sama aja 😀 selain itu, ketika saya coba dibawah sinar matahari memang agak mengecewakan. Touchscreen lumayan responsif dan ketika saya tes menggunakan multitouch tester, ternyata support multi touch hingga 5 point, wow, jarang2 nih 😀

Pada sisi OS kayaknya ga perlu dibahas 😀 Beralih ke prosesor, ketika saya cek menggunakan Quick System Info & Quadrant Prosesor terbaca sebagai ARM Cortex A8 (ARMv7 Processor rev 2(v71) support flash tentunya, scaling prosesor terbaca 60Mhz hingga 1008 Mhz, artinya speed prosesor mentok di 1Ghz, wah tidak sesuai spesifikasi donk 😦 akhirnya karena penasaran saya mencoba untuk install setcpu. Sejurus kemudian saya baru ingat bahwa device ini masih perawan alias unrooted. Akhirnya saya mencoba root menggunakan superoneclick, gingerbreak maupun z4root tetapi tidak membuahkan hasil. Dari situ saya kecewa berat, googling juga belum nemuin solusi. Akhirnya saya iseng install Root Explorer. Setelah install, saya coba utik2 gps.conf, eh ndilalh koq sukses. Artinya device ini (sepertinya) udah rooted dari sononya 😀 Langsung saya install setcpu, ternyata setingan setcpu belum mentok, ketika saya tarik, prosesor masih bisa discaling hingga 1448mhz 😀 wah berarti spesifikasinya benar bahwa prosesornya 1,5ghz 😀 Di Quadrant juga saya tahu bahwa device ini ternyata menggunakan GPU Mali 400MP (Quadrant Score cuman 1447 :P), wah sama kayak punya Samsung Galaxy S II ya? Karena penasaran akhirnya install beberapa game berat seperti Raging Thunder, Real Racing 2 dll, dan ternyata berjalan mulus tanpa cela 😀

Setelah puas, saya beralih ke internal storage. Internal storage terbagi menjadi 2 yaitu 1,2 GB untuk internal memory dan 2,3 GB untuk internal storage. Di root explorer saya lihat 2,3 GB ini terbaca sebagai SD Card. Loh? Lalu kalau colok SD card kebaca dimana? Ternyata sd card external terbaca di /mnt/extern_sd/, artinya aplikasi2 yang bisa move ke sd card bakalan dipindahkan ke sd card yang notabene adalah internal storage, sedangkan data2 seperti office, ebook, musik, video dll lebih enak diletakkan di sd card external. Wah, semakin menarik nih 😀

Beralih ke fitur tambahan. Penerimaan sinyal wifi sangat bagus, tidak ada masalah. HDMI saya nggak coba karena ga punya LCD HDMI 😛 lalu beralih ke USB OTG. Modem Huawei E160 yang saya beli 2 tahun yang lalu sama om Iwan Kusnandar terdeteksi dengan baik. Begitu modem dicolok, lambang sinyal di status bar yang tadinya silang berubah muncul sinyal dan koneksi yang sedang berjalan. Di Setting > wireless & network > Mobile network bisa diset menjadi 2G only untuk penghematan batere. Saya menggunakan koneksi internet 3, ketika modem dicolok, APN otomatis terisi sama seperti beberapa ROM nexian journey yang saya coba (meski APN salah dari seharusnya 3data tapi terisi 3gprs). Setelah puas, saya berganti mencolok USB flashdisk kingston data traveller 4GB, dan juga terbaca sempurna. Lalu saya mencoba External Harddisk WD Passport jadul 160GB, sayang kali ini gagal terbaca, setelah saya utik2 usb_modeswitch ternyata sudah benar, entah kenapa koq harddisk ini tidak terbaca, apa karena powernya kurang kali ya 😀 Satu kekurangan dari USB OTG pada unit yang saya terima, sepertinya kabel USB OTG ini kurang pas dengan slot mini USBnya, jadi istilah jawanya oglek2, jadi memegang unit harus pas, kalau tidak kadang yang kita colok di USB OTG jadi unmount.

Nah, satu hal yang bikin saya penasaran adalah kamera depan ini. Apakah bisa buat video call semacam yahoo, skype atau hangout Google+, berhubung koneksi sedang jelek maka saya urung mencobanya. Tetapi kalau dilihat dari camera.cfg sepertinya kamera depan ini memang terbaca sebagai front camera, artinya harusnya support untuk video call 😀

Soal batere, saya tidak tahu berapa kapasitas batere di tablet ini. Kemungkinan sekitar 2000-3000 mAh saja. Dengan pemakaian wajar, sesekali konek ke wifi, main game, atau baca ebook, bisa mencapai 6-8 jam. Pernah saya coba cabut charger jam stgh 5 pagi buat ngaji, jam 2-3 sore baru minta charge lagi, pemakaian waktu itu buat konek wifi ada sekitar 4 jam, dipake main anak saya + dipake istri saya baca2 ebook sama socmed.

Device ini memiliki 4 sensor sesuai dengan yang saya cek di Quadrant dan Quick System Info yaitu: BMA250 3-axis Accelerometer, Gravity Sensor, Linear Acceleration Sensor dan Rotation Vector Sensor.

Kesimpulan akhir, dengan harga 1,450 juta (sekarang jadi 1,350 juta >_< selang 2 hari aja dari saya beli harganya udah turun) menurut saya tablet ini worth to buy, emang ga bakalan bisa ngalahin tablet2 merk ternama, tapi bila yang kepincut pengen punya tablet buat maen game atau baca2 ebook atau sesekali terhubung ke dunia maya tapi dana terbatas boleh coba tablet ini. Soal kekurangan dibandingkan harga dan kelebihannya masih so-so lah. kemarin saya mendapatkan device ini di website

http://www.masterpiece.co.id/products/gadget/tablet-pc/tablet-pc-7-inch/box-chip-a10c

Saya ga beli online, tapi saya samperin langsung tokonya. Kalau harga 1,350 juta masih mahal, ada versi murahnya selisih 100.000 lebih murah dengan layar resistif.

Terimakasih 🙂

*Sorry ga ada gambar, males poto2 😛

Iklan

Written by apri

27 Desember 2011 at 10:03

Ditulis dalam Android

Tagged with , , , , , , , ,