Apri for Human Being

this is not my blog, this is my log ….

Cuti 3 hari cukup buat membuktikan masih belum layaknya birokrasi di negeri ini

leave a comment »

Judulnya rada2 ambigu, emang saya bikin begitu, sesuka hati saya, wong saya yang punya blog …. jadi apa hubungannya cuti sama birokrasi. Jadi begini, minggu lalu saya ngajuin cuti 3 hari (yang akhirnya bisa libur 9 hari karena extra tanggal merah dan cuti di paksa pada hari jum’atnya) dan selama cuti itu bukan saya manfaatkan buat liburan, tapi menyelesaikan segala macam tunggakan administrasi keluarga saya. Ada beberapa instansi yang saya kunjungi waktu itu, yaitu polsek, bank mandiri, askes dan kelurahan/kecamatan, oke saya mulai satu persatu:

POLSEK

Saya mau gak mau dateng ke tempat yang saya paling males datengin karena buku tabungan istri saya ilang, dan saya harus bikin surat laporan kehilangan. Everything is ok, pelayanan pembuatan surat laporan kehilangan juga cepet (mungkin karena sepi dan sedang adzan maghrib) semuanya berlangsung cepat tidak sampai 5 menit, dan saya puas dengan layanan polsek di bilangan jakarta barat ini. Dan saya memang tidak mau memberikan uang terima kasih karena pelayanan pembuatan surat kehilangan ini adalah bagian dari pelayanan mereka dan mereka sudah dibayar oleh negara. Setelah saya menandatangani surat kehilangan itu, lalu saya menanyakan “Sudah ini aja pak?” dan bapak di depan saya menjawab “Iya, itu saja sudah cukup”, lalu saya segera berdiri sambil mengucapkan terima kasih lalu balik badan menuju keluar dari ruangan tersebut.

Dan ternyata sebelum saya berdiri ada polisi yang baru masuk ruangan tersebut dan melihat kejadian itu lalu waktu berpapasan dengan saya dia bilang “Dadaaaahh”, seolah2 saya hanya berlalu begitu saja tanpa memberikan “ucapan terimakasih”. Padahal hal berbeda saya temui di polsek di bilangan kawasan elit jakarta pusat.

Masih pantaskah mereka menerima remunerasi tengah tahun ini?

 

Bank Mandiri

Masih terkait dengan kejadian di polsek, setelah mendapat surat kehilangan, beberapa hari kemudian saya mengantar istri saya ke bank mandiri tempat dia membuka rekening yang letaknya sekitar 8km dari rumah saya, karena kalau buku tabungan hilang, hanya bisa mendapatkan kembali di cabang asal tempat pembukaan rekening, padahal dalam radius 1 km dari rumah saya ada 3 cabang bank mandiri.

Setelah menandatangani macam2 dokumen, ternyata buku tabungan itu tidak bisa ditunggu untuk diambil saat itu juga karena perlu klarifikasi ke bagian IT (entah bagian IT cabang situ atau IT pusat) karena pada buku yang lama ada nomor serinya. Ketika saya tanyakan apa tidak bisa ditunggu, mbak2 (lebih tepatnya ibu2) CS bilang ITnya ga bisa dihubungi atau rapat gitu (saya tidak jelas mendengarnya), lah emang ga ada penanggung jawab lain soal klarifikasi itu gitu? Masa harus bolak balik gara2 1 kebijakan yang saya rasa bisa diputus atau dibuatkan system untuk memudahkan nasabah? Padahal istri saya perlu buku tabungan itu hari itu juga sebagai syarat untuk suatu keperluan yang bisa dibilang urgent (walau akhirnya keperluan tersebut bisa dipenuhi tanpa syarat buku tabungan). Dan akhirnya baru lusa saya dan istri sempat mengambil buku tersebut.

 

Askes

Memang telat, anak saya udah usia 9 bulan dan baru saya buatkan askes. Sesuai Call Center Askes di 500400 ketika saya tanyakan apa saja persyaratan penambahan anak di askes hanya perlu melampirkan form penambahan anggota, akte kelahiran anak dan slip gaji yang di legalisir oleh bendaharawan.

Setelah pengurusan buku tabungan mandiri diatas, saya meluncur ke Askes untuk mengurus askes anak kedua saya serta melakukan penggantian kartu akses ke model atm untuk istri saya dan anak pertama saya. Jujur saya kecewa sekali, ketika masuk tidak ada pemberitahuan atau pojok tempat pengambilan nomor antrian, setelah saya duduk sekitar 10 menit, saya baru tahu (karena tanya) ternyata nomor antriannya terletak di depan pintu tepatnya di meja satpam, sedang tidak ada satpam disana. Itu kekecewaan saya yang pertama.

Kedua, ternyata di kantor askes ini ada 4 loket dan hanya 1 loket yang buka, itu pun yang melayani bapak2 disambi nonton televisi, entah emang jaringan disitu lemot atau kenapa yang jelas, bapak itu kurang cekatan sekali. Dan hey, apa yang saya lihat …. di loket 2 ternyata pak satpam membantu menangani “pasien” askes yang lagi ngantri. Itu kekecewaan saya yang kedua.

Pada saat saya masuk, nampaknya yang sedang ada di (satu2nya) loket yang buka adalah nomor antrian 9 dan saya mendapat nomor antrian 13 (emang sepertinya saya sedang sial) dan ada bapak2 tanpa nomor antrian (kemudian diikuti ibu2 dengan nomor antrian 14) tiba2 langsung menuju loket 2 tempat satpam tersebut “menjaga”, ternyata bapak2 tadi sedang mengurus pensiun askesnya dan langsung dilayani oleh satpam tersebut, begitu juga ibu2 nomor antrian 14 tersebut. Elah koq pak satpam bukannya bantuin suruh antri malah dilayani >_< Ini kekecewaan saya yang ketiga

Dari saya datang hingga akhirnya nomor 13 yang dipanggil, total ada sekitar 50 menitan saya menunggu, dan akhirnya karena gatel, saya samperin tuh satpam di loket 2 dan saya menjelaskan perihal penambahan anak, dia menjelaskan suruh menunggu antrian (WTH???) lalu saya tanya perihal penggantian kartu, dan disinilah puncak kekesalan saya.

Ceritanya, tahun 2009 saya mendapatkan kartu askes baru seperti ATM (tanpa saya minta) tetapi yang jadi pertanyaan koq saya doank, istri dan anak pertama saya koq ndak dapet? Saya nggak ambil pusing karena toh kartu lama masih bisa digunakan. Dan karena ke Askes kemarin, sekalian saya menanyakan soal penggantian itu, dan saya dapat penjelasan yang gak masuk akal. Ternyata tahun 2009, askes mendapat data dari BKD (Badan Kepegawaian Daerah) sehingga (katanya) data di Askes diganti semua dengan data dari BKD tersebut, dan anehnya, data tahun 2009 yang diberikan tersebut status saya masih bujang …. WTF???? Saya nikah tahun 2006 dan anak saya lahir tahun 2007, itu yang dikasih data tahun berapa atau data tahun 2009 BKD nggak valid? Kenapa Askes tidak mengkombinasikan mana data yang valid dan tidak? Dan akhirnya saya disarankan mengajukan penambahan istri dan anak saya dari awal dan ternyata penambahan anggota askes juga memerlukan Kartu Keluarga juga (beda dengan yang saya terima dari Call Center)

Jujur, setelah menelan kekecewaan ini, akhirnya saya dan istri milih ngilangin stress dengan nongkrong di tempat tongkrongan alay masa kini😄 (pasti udah pada bisa nebak tempatnya)

 

Kelurahan/Kecamatan

Lebih parah dari terakhir saya kesini. Sekitar oktober 2010, kelurahan mengedarkan pembaruan data penduduk dan penggantian kartu keluarga (KK) baru, dan saya menanyakan ke RT tempat saya, anak kedua saya (yang baru lahir 1 bulan) bisa langsung di masukkan ke KK baru dengan melampirkan akte kelahiran saja pada saat penyerahan data KK.

Ternyata lama saya tunggu, yang dapat KK baru hanya orang tua saya >_< sampai kemarin saya cuti entah dimana keberadaan KK baru saya. Karena cuti, dan keperluan Askes, saya akhirnya mendatangi kelurahan, dan daripada menambahkan anak, kelurahan menyarankan membuat KK baru dari awal (apaan2 lagi ini) dan saya tanya berapa lama KK tersebut jadi saya diinformasikan 3 minggu …. lah? lama bener euy, padahal perlu cepet buat ngurus askes, lalu petugas kelurahan menawarkan lebih cepat yaitu 1 minggu dan menyebutkan “biaya”-nya beda, ketika saya tanya berapa, petugas tersebut menyebutkan nominal …. weeewww karena itu saya memutuskan mengurus sendiri di kecamatan.

Sesampainya di kecamatan, saya mendapatkan kenyataan yang lebih mengecewakan, jaringan di kecamatan mati2an, pekerjaan administrasi kependudukan numpuk dan akhirnya KK saya diputus jadi dalam waktu 1 bulan >_< lama bener euy, terakhir bikin KK waktu masih blm online2an 1 minggu jadi, siapa nih yang salah, human or system >_<

 

Akhirnya sisa waktu cuti saya manfaatkan buat belanja abis2an sama istri serta Azka dan Haura.

Mudah2an bermanfaat bagi sampeyan semua.

Written by apri

6 Juni 2011 pada 15:00

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: