Apri for Human Being

this is not my blog, this is my log ….

Memaksimalkan minimnya space di Android

with 5 comments

Sebenernya ini postingan iseng saya atas keisengan saya yang lain😀 Awalnya gini, dengan banyaknya ROM baik yang official maupun custom buat Nexian Journey yang saya miliki, maka menjadikan tangan saya gatel nyobain tiap2 ROM yang rilis, dari jaman Eclair (Donut blm ada custom ROMnya =)) ), Froyo sampe Gingerbread. Dalam kasus ini, Froyo lah yang gila2an ROMnya baik yang official (dari vendor yang mengeluarkan device berbasis Foxconn F911 seperti Motorola XT502, Orange Boston, Commtiva Z71 dll) maupun yang Custom baik buatan dalam maupun luar negeri. Dari hasil yang bermacem2 itu setelah saya compare, (memang) rilis official paling stabil. Dan karena official masih perawan, jadi bisa saya utik2 dalemannya dibanding custom ROM yang langsung jadi (kurang tantangannya :D). Dari hasil selama stgh tahun ini pake Nexian Journey, hanya 1 ROM yang paling mengena sesuai kebutuhan saya, yaitu ROM OFficial Apanda A60 … sayang sekali ROM ini banyak sekali kelemahannya😦 salah satunya yaitu sisa internal memory yang hanya 150MB. Dan ini membuat saya berusaha mati2an mencari cara mengatasinya hingga akhirnya ketemu (udah lama sih ketemunya :D) dan baru saya share sekarang😀.

PERINGATAN DINI!!!! Kalau anda kira tutorial kali ini ribet, perlu ilmu, perlu pengetahuan macem2 dll, mendingan ga usah dibaca dan silahkan close tab/page ini karena pada dasarnya anda antipati sama OS ini😛 … OK Let’s start😀

Curhat dulu, Nexian Journey menurut saya (dan diamini beberapa rekan dan pengguna) adalah Android Device paling murah yang beredar di Indonesia dengan dukungan paling banyak dari developer. Klo ga percaya, liat aja tuh custom ROM-nya ada berapa😀 Seperti diawal saya bilang, ROM yang cocok dengan kebutuhan saya saat ini adalah ROM Official Froyo dari Apanda A60, meski memiliki beberapa kekurangan seperti:

  • Speed Prosesor di lock di 480Mhz
  • Belum Root
  • Splash screen dan boot animation jelek😛 (cuman tulisan welcome doank, tapi bisa diutik2 klo mau :D)

Tapi memiliki kelebihan yaitu ROM ini paling stabil dan konsumsi baterenya lumayan (dan bisa saya bikin lebih hemat -saya buatin tips terpisah- ) untuk ukuran standar penggunaan saya. Soal kekurangan Speed Prosesor bisa diunlock ke 600Mhz koq😀 caranya silahkan googling, gampang banget😀 apalagi buat root! Jangan dipikir nge-rootnya susah kayak jailbreak iOS😛 ngerootnya gampang koq, silahkan googling z4root, download, install di android, jalankan root, selesai😀, soal penggantian splash screen sama  boot animation mah tinggal googling, buat saya sih ini ga penting2 amat😀

Lanjut, kestabilan ROM ini yang saya cari, selain itu Froyo juga punya aplikasi native bawaan yaitu wireless tether dan App2SD. Wireless Tether sih gak masalah buat saya, yang jadi masalah adalah App2SDnya😀 Knapa? Karena App2SD native di Froyo tidak support semua aplikasi??? Lah koq? Ya emang gitu, kemampuan sebuah aplikasi bisa dipindah atau tidak ke SD Card itu tergantung pengembang aplikasinya😀 Nah aplikasi yang ga support gimana donk? Ngabis2in space internal memory donk? Nah karena itu saya share di post ini. Mari kita mulai😀

Nah apa aja yang dibutuhkan?

  1. Device yang sudah di root (masih mau tanya cara nge-rootnya? hehehe)
  2. Aplikasi Move2SD
  3. Root Explorer atau SD Speed Increase

Pertama2 root dulu device anda😀 kalau sudah root, silahkan cari aplikasi Move2SD di market. Aplikasi ini membutuhkan akses root, kenapa? Karena aplikasi ini akan memaksa setiap aplikasi yang terinstall agar bisa dipindahkan ke SD Card😀 Misal aplikasi Facebook yang (menurut saya) makan memory cukup besar, bisa dipindahkan ke SD Card dengan tenang. Tetapi, memindahkan aplikasi ke SD Card memerlukan kecepatan membaca SD Card yang cepat juga🙂 Kecuali sampeyan udah punya SD Card minimal Class 6 sih ndak apa2😀 sebenernya bisa juga ditingkatkan lagi kecepatannya. Caranya? Ada 2 cara, cara agak ribet sama cara guampang😀

1. Cara agak ribet:
Pertama2 install root explorer, entah sampeyan mau dapat dari cara halal maupun cara tidak halal😀 lalu browse sistem masuk ke folder:
/sys/devices/virtual/bdi/179:0/
Lalu buka file read_ahead_kb dengan text editor, biasanya terpampang defaultnya 128. Silahkan diganti sesuai selera, biasanya sih setelan nilai 2048 sudah cukup cepat🙂 Seperti apa sih hasil perbedaannya? Silahkan cek di situs ini.

2. Cara guampang
Langsung install SD Speed Increase😀 dan tinggal utik2 nilainya. Hasil masing2 nilai sama kayak diatas😀

Guampang to? Memory internal anda lebih lega karena aplikasi2 dipindahkan ke SD Card + aplikasi2 tadi tidak berasa lag di SD Card yang speednya tidak cepat karena anda modif cachenya😀

Demikian, selamat mencoba😀

Written by apri

18 April 2011 pada 15:03

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. wahh…udah kelas main root2 an nh,slm kenal mas bro

    Az147r

    18 April 2011 at 20:00

    • ngerootnya gampang koq mas bro😀

      apri

      19 April 2011 at 07:38

  2. blom paham nich hehehehehehhehe……

    salam persahabatan selalu dari MENONE

    menone

    19 April 2011 at 16:21

  3. tanya deh cara root yg paling sederhana, ane pake droid incredible, pake unrevoke 3 ga bisa2, pake z4root 1.3.0 donlot dr 4shared.com dikira trojan terus sama si nod32.

    rizaldi

    23 Juni 2011 at 10:21


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: