Apri for Human Being

this is not my blog, this is my log ….

Android, FOSS dan Fragmentasi

with 2 comments

Pertama-tama, saya buat post ini sebagai tanggapan atas comment Mas Ocvan di tautan saya ke blog ini …. tanggapan asli bisa dibaca di: http://www.facebook.com/ayume/posts/201854559846510

Tanggapannya

Terlalu banyak perdebatan apa itu open source (& juga fragmentasi)!
Kalo cuma menggratiskan SDK, source code atau apalah itu namanya kpd semua user & developer agar semuanya bebas membuat aplikasi & kostumasi OS..itu bs disebut open source!!!
Tp apa sedangkal itu pengertian open source di Android?
Krn akan timbul pertanyaan “Klo itu open source..knp kita harus me ROOT utk memodifikasi henset sesuai keinginan kita? Padahal dng melakukan itu garansi henset ilang!”.
Dan juga “kenapa kita harus menunggu apdet resmi dari pabrikan atau operator utk menjaga garansi tidak hangus?”
Mungkin bisa dijelaskan kepada normal user (BUKAN SUPER USER: HACKER, ROOTER atau JAILBREAKER) semangat open source Android itu apakah senafas dng open source Linux?
Mohon pencerahannya!

Lalu saya meminta dia googling apa itu root, terutama root di linux … eh malah dikasih tanggepan link ini:

http://lists.meego.com/pipermail/meego-dev/2010-July/004198.html

Yang jelas, saya nggak ngerti maksudnya ngasih link itu, apakah membandingkan Android dengan Meego (dan dikasih link ke Meego Developer) atau meminta saya melihat di link itu bahwa Android itu tidak sepenuhnya full open source?

Baiklah, saya akan mencoba menanggapi, silahkan dikritik atau ditambahkan bila ada kekurangan/kesalahan🙂

Saya coba tanggapi per subyek karena hal ini pasti akan meluas, dan saya tidak suka diskusi yang tidak terarah, dan kalau mencermati tanggapan diatas, lebih cenderung mas Ocvan ini nggak ngerti apa itu open source, root dll bahkan mungkin juga dia blm pernah pegang Android dan konsep dibalik Android itu sendiri🙂

Terlalu banyak perdebatan apa itu open source (& juga fragmentasi)!
Kalo cuma menggratiskan SDK, source code atau apalah itu namanya kpd semua user & developer agar semuanya bebas membuat aplikasi & kostumasi OS..itu bs disebut open source!!!
Tp apa sedangkal itu pengertian open source di Android?

Pertama, kita tidak perlu mendebatkan apa itu Open Source karena semuanya sudah jelas, kalau Mas Ocvan menganggap Open Source sekedar Menggratiskan SDK (bukannya Apple, RIM, Microsoft dan lainnya juga menggratiskan SDK?) dan source kode dengan tujuan developer bebas membuat aplikasi dan kustomisasi OS (ini agak bertentangan :D) jelas salah.

SDK atau Software Developer Kit rata2 semua vendor membagi gratis🙂 SDK tujuannya untuk membangun Aplikasi pada sebuah platform, lebih lengkap silahkan baca disini.

Source Code sendiri adalah Kode Sumber dari sebuah Program. Hubungannya dengan Open Source, atau kalau boleh saya melengkapi Free and Open Source Software (FOSS) adalah Kode Sumber pada sebuah OS/Software bisa didapatkan secara gratis, di modifikasi, ditambahkan/dikurangi dan disebarluaskan lagi dengan gratis.  Apakah Android seperti itu? Tentu saja, mau bukti? Dari sebuah Android 2.2 Froyo, ada berbagai macam OS kustomisasi, sebagai Contoh Nexian Journey saya, berbasis OS tersebut ada Firetrap, Bakpia, Andro-ID, CM6 dll …. itu contoh siapa saja bisa mendapatkan source code Froyo, dikustomisasi sedemikian rupa dengan segala kelebihan dan kekurangannya kemudian disebarluaskan lagi. Apakah menurut mas Ocvan itu dangkal? Kalau iya, silahkan belajar Operating System😀 Lebih jelas soal Open Source bisa baca disini dan disini.

Jadi menurut saya Open Source tidak perlu diperdebatkan🙂 Lalu (koq ndilalah) nongol fragmentasi😀 Ini saya agak bingung, fragmentasi ini apa ya? Setahu saya fragmentasi ini pemborosan space yang tidak efisien pada sebuah sistem sehingga membuat sistem berjalan tidak efektif atau berjalan lambat. Tapi sepertinya saya mengerti maksudnya, Segmentasi kali ya?

Kenapa segmentasi di Android diperdebatkan, ada android yang layarnya resolusi 320 X 480 ada yang 240 X 320 ada yang 800 X 480 dll apakah karena hal tersebut membatasi developer membangun aplikasinya? Beberapa developer awalnya memang banyak yang mengeluh soal ini (terutama developer yang sebelumnya membangun aplikasi di Apple lalu bikin aplikasi Android :D) but hey, itulah keragaman. Pengurangan fitur seperti resolusi layar, camera dll itu terlebih karena vendor melihat penggemar android tidak sama! Lihat di indonesia, Android dengan harga dibawah 2 juta lebih banyak pemakainya, karena rata2 kemampuan masyarakatnya seperti itu, apakah tidak boleh masyarakat kelas menengah kebawah mencicipi handset android? Lagipula, Android Market juga pinter koq, aplikasi yang tidak support pada handheld kita tidak bakalan nongol di market handheld kita, di Nexian Journey saya saja tidak ada aplikasi flash, meski saya pake Market Enabler tetep aja gak nongol tuh aplikasi😀 Imbasnya (yang biasanya dijadiin senjata pamungkas fanboy buah kroak) lah ngapain beli yang murah klo ndak bisa ini itu alias harga ga pernah boong😀 Lah, emang Android sebatas main game, foto2 dll😛 Daripada ga nyobain sama sekali, mending beli yang murah buat coba2, nabung klo ada duit beli yang bagusan, lagian murah2 klo dioprek2 juga ga rugi2 amat klo sampe error😀

Lanjut ….

Krn akan timbul pertanyaan “Klo itu open source..knp kita harus me ROOT utk memodifikasi henset sesuai keinginan kita? Padahal dng melakukan itu garansi henset ilang!”.
Dan juga “kenapa kita harus menunggu apdet resmi dari pabrikan atau operator utk menjaga garansi tidak hangus?”
Mungkin bisa dijelaskan kepada normal user (BUKAN SUPER USER: HACKER, ROOTER atau JAILBREAKER) semangat open source Android itu apakah senafas dng open source Linux?
Mohon pencerahannya!

Mau nanggepin ini sebenernya saya sudah coba meminta dia buat googling soal root, tapi koq malah googling yang lain (bandingin Android sama Meego :D), baiklah saya coba jawab. Klo open source kenapa harus me-root? Anda tahu apa itu root? Root itu kalau pengen tahu istilahnya di Windows adalah User Administrator, lah kenapa harus di root? Anda pernah pegang linux? Apakah perlu grant root untuk memodifikasi sistem? Lah tentu, klo semua org bisa modifikasi sistem ya nggak secure donk sistemnya, makanya perlu akses root😀 Lah kenapa modifikasi handset Android perlu Root? Modifikasi yang mana dulu? Tidak seperti linux dimana setiap kita menambahkan aplikasi diharuskan menggunakan grant root. Di Android, kebanyakan aplikasi tidak memerlukan root, kecuali aplikasi-aplikasi yang memang memerlukan akses sistem, contoh simple yaitu aplikasi CacheMate, dimana aplikasi ini mengakses cache di sistem dan menghapusnya🙂

Lalu kenapa kalau handset di root menghanguskan garansi? Masih perlu saya jawab? Hehehe, Pabrikan sudah mengkustomisasi OS Android pada handheldnya supaya berjalan optimal pada handheld tersebut. Lah kalau sampeyan root berarti sudah utak atik sistem ya mereka jelas nggak mau menjamin kalau sampai kenapa2.  Ini juga menjawab kenapa harus menunggu update resmi dari pabrikan (atau operator? operator? emang blackberry hehehe) agar garansi tidak hangus. Lah klo pengen tetep garansi ga bisa dioprek2 donk? Nah itu buat yang gak ngerti. Kalau di saya sih gampang, tinggal root handheld, install ROM Manager, backup ROM bawaan handheld (pabrikan) simpen baik2 dan silahkan utik2 itu handheld sampe suwek! Kalau error? Kalau error kan tinggal dibalikin ROM-nya tadi, terus tinggal di un-root deh😀 lgsg klaim ke vendor. Lah klo handheldnya matot? Klo handheld matot emang vendor tau klo didalemnya ada OS ndak resmi? Wong matot gitu, gimana ngeliatnya hehehe😀 Simple kan?

Apakah hal diatas masih sejalan dengan semangat open source? Ya silahkan baca tulisan saya yang awal2😀 Coba saja liat OS Android bawaan Motorola, Sony Ericsson dan HTC …. apakah sama? Jelas tidak, karena apa? Karena mereka boleh utak atik2 kode sumbernya sesuai keinginan mereka dan handheld yang mereka pasarkan. Bisakah dipasang di handheld lain? Jelas bisa, tapi silahkan klo emang jago ya diporting dulu ….😀

Terakhir (ini gara2 disangkutin Meego), Meego adalah pengembangan gabungan dari Linux hasil pengembangan Intel (Moblin untuk netbook) dan Linux hasil pengembangan Nokia (Maemo untuk mobil device) dan setahu saya berbasis dari Linux Debian, berbeda dengan android yang menggunakan kernel linux yang diatasnya dijalankan Dalvik alias virtual machine (seperti vmware). Meego yang berbasis Linux murni jelas FOSS, Android? Hehehe silahkan simpulkan sendiri tulisan saya diatas🙂

Silahkan klo mau mengkritik, mencela atau menambahkan😀

Written by apri

8 April 2011 pada 08:34

Ditulis dalam gadgets, IT Knowledge

Tagged with , , , ,

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Seru banget diskusinya.. ;D
    Ane nyimak dulu gan, baru make linux belom punya androit neh… Doain ya biar cepet punya (worship)

    Neo

    13 April 2011 at 21:26

  2. ra mudeng kqkqkq
    *komen ini ndak penting, jd ndak usah dibaca ya papanya haura dan azka😀

    hime

    6 Juni 2011 at 14:27


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: