Apri for Human Being

this is not my blog, this is my log ….

Bagaimana harusnya AHM menyikapi Honda CS1?

with 2 comments

Gambar dapet nyomot dari mbah dukun ganteng😀

Semua udah tau produk kontroversial AHM yang satu ini, AHM gak mau menyebutnya bebek dan kenyataannya AHM memasukkan motor ini ke kategori motor sport di penjualannya, meski bentuknya bener2 bebek.

Awal2 motor ini diluncurkan, jujur saya naksir …. tapi apa daya …. uang tak punya😀

Sebenernya motor ini punya kans yang bagus sebagai pendukung penjualan AHM, sayangnya ada beberapa hal yang menghalangi hal itu.

Udah banyak blog yang bahas beginian sebenernya, tapi gpp deh saya ulas ulang. Pertama desainnya emang “njelehi” (aneh, malangan red), bener2 bebek yang pengen tampilan motor sport, sayang, tangki bensin masih dibawah jok menjadi orang2 berpikir ulang, harusnya tangki bensinnya ada di tengah2 seperti motor sport. Kalau seperti itu bisa menjadi tambahan pemikat.

Kedua, harganya overprice …. ini banyak blogger yang setuju😀 meski fiturnya wah tapi untuk “bebek” dengan harga segitu orang berpikir ulang.

Motor ini bukan tanpa kelebihan, setang tegak ala touring cukup nyaman buat berkendara jauh, mesin SOHC emang cocok buat kondisi jalanan yang stop n go, diajak ngebut pun gak malu2in sampe ada yang mengklaim bisa ngasepin Vixion😀

Melihat angka penjualannya yang bahkan dibawah motor sport beneran AHM (apalagi sampe tanpa penjualan di bukan Agustus 2010), harusnya AHM berpikir ulang memposisikan motor ini, harus dibawa ke segmen mana dan mau diapain.

Kebanyakan netter bilang motor ini harus dikembalikan ke kodratnya yaitu ayam jago😀 …. ya ayam jago, karena motor ini berbasis Honda Sonic 125 buatan Thailand.

OK, kalaupun jadi ayam jago, mau nggak mau motor ini pasti masuk segmen bebek kan? Nah, ayam jago sendiri di indonesia sudah ada pasarnya, yaitu Suzuki Satria FU yang harganya 18 jutaan CMIIW dan Kawasaki Athlete yang harganya 14-15 jutaan.

Sebagai pemain baru (tapi lama) di segmen ini, AHM harus melakukan price positioning yang tepat, mengingat segmen ayam jago masih berpotensi meningkat. Mau diposisikan head to head dengan Satria FU jelas gak mungkin, performance jelas kalah, apalagi hal2 lain seperti dukungan after market produk dll, orang pasti lebih memilih si FU.

Kalau mau diposisikan di harga kawasaki athlete, bisa juga pas head 2 head dengan athlete, apalagi diposisi ini AHM lebih unggul. Apa tidak takut berimbas pada penjualan Supra X 125 di range harga yang sepadan? Saya rasa sih tidak, segmennya beda! Kalaupun takut, AHM bisa pasang harga sedikit diatas Supra X 125 dan Kawasaki Athlete.

Pilihan kedua adalah meningkatkan kelasnya jadi bener2 motor sport. Beberapa blogger dan komentator menyarankan agar motor ini diupgrade, misalnya menjadi CBR 125. Kalau menurut saya sih itu bisa mengorbankan nama CBR sendiri + akan berimbas pada rencana AHM menggelontorkan CBR 150. Kalau hemat saya, harusnya AHM mengambil celah yang hilang sejak tahun 2008. Celah? Ya!

Pertarungan di segmen sport 150cc sudah tidak terelakkan, New Mega Pro VS Vixion & Byson, ditambah lagi kalau AHM jadi menggelontorkan CBR 150 pertarungan pasti jadi makin sengit. Sek sek … celah tadi itu maksude opo? Celah tadi yaitu tiadanya pabrikan yang main di varian motor sport entry level. Loh kan ada Suzuki dengan Thundernya? Ya, tapi kalau boleh pinjem istilah orang2, Thunder udah ketinggalan jaman tampilannya dan Indomobil Suzuki kayaknya ga ada lagu2 mau gantiin😀

Gambar dapet nyomot dari http://www.bikez.com

Kalau emang mau nyemplung di motor sport entry level, Honda punya banyak desain motor sport, kalau mau mengadopsi bener2 125cc mungkin bisa pake body Honda CBF 125.

Modelnya half fairing model2 kayak CS1 sih cuman masih masuk akal lah, kayaknya masih bisa diterima di pasaran sini mengingat blm ada motor half fairing mbrojol dimari, klo mau lebih cakep dikit, itu dibagian bawah daerah mesin bisa dipercantik, jadi nggak half fairing banget, ya model2 kayak Suzuki FXR lah. Price positioning? Mengingat disini lawannya Suzuki Thunder yang menurut saya udah ketinggalan jaman, paling yang jadi ancaman cuman Pulsar 135 yang dibandrol mirip2 sama cc-nya yaitu 13,5 jutaan.

Tapi, seperti posting saya sebelumnya, melihat brand honda, pasti banyak yang melirik even mau dibanderol 15 jutaan sekalipun. Fitur mau dikurangin menurut saya juga oke, no liquid cooled or digital dashboard gak masalah.

Kalau kata Pak Kaji Taufik, bikinlah segmen2 tersendiri😀 CBR 150 buat sport murni, New Mega Pro buat Touring, CBF 125 buat Entry Level, menurut saya ini bisa turut mendongkrak penjualan sport Honda yang mulai keteteran gara2 si giant killer sejak 2 tahun yang lalu. So, gimana rekan2 sekalian😀

Written by apri

25 Januari 2011 pada 13:25

Ditulis dalam Motor

Tagged with , , ,

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] Bagaimana harusnya AHM menyikapi Honda CS1? « Apri for Human Being […]

  2. honda selalu kalah cepat dari rekan2nya….

    benar,… cs1 ganti posisi

    untuk sport,.. CBR 150 cept di brojolin…
    biar naikin pamor Honda untk segmen sport yg skrg di pegang Yamaha dgn Vixion ma byson nya….

    dfahms

    25 Januari 2011 at 18:12


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: